Magister Ilmu Syariah FSH UIN Sunan Kalijaga Gelar Peningkatan Kompetensi Mahasiswa: “Keuangan Negara dan Politik Elektoral Pasca Reformasi”

Yogyakarta (3 November 2025) – Program Studi Magister Ilmu Syariah (MIS), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa dengan tema “Keuangan Negara dan Politik Elektoral Pasca Reformasi”, yang berlangsung pada Senin, 3 November 2025, di Ruang Technoclass FSH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang hukum dan kebijakan publik, yaitu Muhammad Fauzan, S.H.I., M.M., selaku Area Manager Operational Risk Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, dan Gugun El Guyanie, S.H.I., LL.M., selaku Kepala Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.

Dalam sambutannya, Dr. Diky Faqih Maulana, M.H., selaku Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Syariah, menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa ini merupakan agenda rutin yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu aktual yang berkaitan dengan hukum dan tata kelola kebangsaan.

“Tema kali ini penting karena menyoroti keterkaitan antara tata kelola keuangan negara dan dinamika politik elektoral, dua aspek yang sangat menentukan arah demokrasi dan tata pemerintahan di Indonesia pasca reformasi,” ujar Dr. Diky.

Sementara itu, Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya literasi politik dan ekonomi bagi mahasiswa pascasarjana hukum Islam.

“Mahasiswa Magister Ilmu Syariah perlu memiliki kemampuan analisis kritis terhadap relasi antara hukum, politik, dan ekonomi agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan tata hukum nasional yang adil dan transparan,” tegasnya.

Para narasumber memberikan pandangan komprehensif mengenai dinamika politik dan ekonomi pasca reformasi, mulai dari reformasi fiskal, pengawasan keuangan publik, hingga pengaruh politik elektoral terhadap kebijakan anggaran negara. Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi mahasiswa yang antusias mengaitkan teori hukum Islam dengan realitas tata kelola keuangan publik kontemporer.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Magister Ilmu Syariah UIN Sunan Kalijaga dapat memperkuat kemampuan analitis dan memperluas perspektif interdisipliner dalam memahami relasi antara hukum, politik, dan ekonomi, sehingga mampu merespons tantangan kebangsaan secara lebih komprehensif dan solutif.